Berita instaforex, Risiko Kredit Membaik, Kredit UMKM Tumbuh Melambat




© Warta Ekonomi. Risiko Kredit Membaik, Kredit UMKM Tumbuh Melambat


Warta Ekonomi.co.id, JakartaSebagian besar daerah mencatat pertumbuhan kredit yang meningkat pada Agustus 2018. Beberapa provinsi mencatat pertumbuhan kredit yang lebih tinggi di berbagai daerah di luar Jawa. Begitu juga pertumbuhan kredit di Jawa, tumbuh cukup tinggi, yaitu di kisaran 8,8% di Jawa Tengah hingga 16,5% di Banten.Namun kredit UMKM, dikatakan Ryan Kiryanto, Corporate Secretary and Chief Economist BNI, justru tumbuh melambat di tengah risiko kredit yang dinilai membaik, yaitu tumbuh 8,11% year on year (yoy) pada Agustus 2018."Melambat dibanding periode sebelumnya yang sebesar 9,99% yoy. Di sisi lain, rasio NPL kredit UMKM membaik menjadi 4,08% dibandingkan Juli 2018 yang sebesar 4,31%," jelas Ryan pada diskusi 'Proyeksi Perekonomian 2019, Tantangan dan Peluang Bagi KUKM', Rabu (7/11/2018) di Kementerian Koperasi dan UKM. Sementara itu, tambahnya, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan Agustus 2018, yaitu sebesar Rp87,58 triliun (75,09% dari target) dengan risiko membaik. Padahal, rasio NPL terpantau terjaga di level 2,74% pada Agustus 2018 dibandingkan dengan 2,73% pada Juli 2018. Namun, Ryan mengimbau agar lembaga penyalur kredit lebih berhati-hati pada sektor konstruksi, perdagangan, dan pertambangan, yang merupakan sektor dengan rasio NPL gross tertingi."Secara year to date (ytd), nominal NPL terutama bersumber dari sektor lain-lain, konsumsi rumah tangga, perdagangan, jasa dunia usaha, dan konstruksi," ungkap Ryan. Dalam pemaparannya, Ryan mencatat per Agustus 2018, NPL tertinggi berada di wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, yaitu mencapai 5,7%. Hal ini, menurutnya, karena sebagian besar UMKM di Kalimantan mengandalkan hasil alam. Jika alam dalam keadaan rusak, maka pertumbuhan usaha akan merosot drastis.Penulis: Ning RahayuEditor: RosmayantiFoto: Ning Rahayu

Komentar