Berita instaforex, Top 5 Berita Keuangan Hari Ini




© Reuters. Demokrat Kuasai Parlemen, Republik Jaga Senat, Tiga Digit Dow & Rapat Fed


Berikut adalah lima hal utama yang perlu Anda ketahui dalam berita keuangan pada hari Rabu, 7 November:
1. Demokrat Rebut Parlemen, Partai Republik Kuasai Senat
Demokrat memperoleh kontrol penuh dari kursi terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dalam pemilihan umum paruh waktu kongres AS, sementara Republikan menjaga kursi mayoritas mereka di Senat. Hal tersebut memperuncing prospek kebuntuan politik antara eksekutif yang dipimpin Trump dan legislatif yang didominasi Demokrat ke depan.
Hasil itu - dilihat sebagai referendum bagi dua tahun pertama kepemimpinan Presiden Donald Trump di Gedung Putih - secara luas sejalan dengan prediksi yang dibuat oleh pengamat nonpartisan menjelang pemilihan umum.
Meskipun kehilangan kekuasaan partainya di Parlemen AS Trump men-twit Selasa malam waktu setempat bahwa ia mengklaim "sukses luar biasa" dalam pemilihan itu.



2. Wall Street Berjangka Melesat
Saham-saham berjangka AS menguat tajam pada sore ini. Dow menuju kenaikan tiga digit saat investor masih mengolah hasil dari pemilu paruh waktu AS seperti yang diharapkan Wall Street.
Hasil ini sebagian besar dilihat sebagai faktor positif bagi pasar karena secara historis pasar AS telah membukukan keuntungan yang kuat selama kebuntuan antar instansi pemerintah. Menurut Bank of America Merrill Lynch (NYSE:BAC), S&P 500 rata-rata pengembalian tahunan sebesar 12% ketika Kongres terbagi dan Gedung Putih berada di bawah kendali Republik.
Pada pukul 17.35 WIB, bluechip Dow Berjangka meningkat 180 poin, atau sekitar 0,7%, S&P 500 Berjangka naik 24 poin, atau sekitar 0,9%, sementara indeks teknologi Nasdaq 100 Berjangka melompat 90 poin, atau sekitar 1,3%.
Dalam laporan pendapatan, perusahaan terkemuka diharapkan akan melaporkan kinerja keuangan hari ini Humana (NYSE:HUM), Twenty-First Century Fox (NASDAQ:FOX), Square (NYSE:SQ), Qualcomm (NASDAQ:QCOM), Wynn Resorts (NASDAQ:WYNN), Roku (NASDAQ:ROKU), Groupon (NASDAQ:GRPN), Michael Kors (NYSE:KORS), Dean Foods (NYSE:DF), Office Depot (NASDAQ:ODP), dan Keurig Dr Pepper (NYSE:KDP).
Di tempat lain, pasar Eropa juga diperdagangkan menghijau. DAX Jerman melesat 1%. Sebelumnya, bursa Asia sebagian besar bergerak variasi dengan pasar di China berakhir melemah.
3. Dolar & Yield Obligasi AS Jatuh
Jauh dari ekuitas, dolar AS tergelincir di seluruh papan kurs dan imbal hasil obligasi jatuh dipengaruhi oleh hasil pileg paruh waktu AS seperti yang diharapkan secara luas bahwa akan terjadi perpecahan di dalam Kongres AS (Demokrat rebut parlemen, Republik tetap kuasai Senat) sehingga meningkatkan harapan bahwa setiap kebijakan fiskal AS yang besar untuk mendorong perekonomian tidak mungkin dilakukan sekarang.
Indeks dolar - yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama - merosot 0,6% menjadi 95,52 dan merupakan level terendah 22 Oktober.
Di pasar obligasi, harga Treasury AS sedikit menguat dan memberi tekanan ke bawah bagi imbal hasil di kurva, dengan patokan yield 10 tahun jatuh ke 3,18%, sedangkan imbal hasil 2 tahun merosot ke 2,92%.
4. Fed Memulai Rapat Kebijakan
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua hari hari ini dan akan mengeluarkan keputusan pada Kamis dini hari Waktu Indonesia Barat.
Meskipun tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan, investor akan mencari sinyal baru dari rencana bank sentral AS selama sisa tahun ini dan seterusnya.
The Fed menaikkan biaya pinjaman pada bulan September untuk ketiga kalinya tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi yang solid dikombinasikan dengan kenaikan inflasi kemungkinan akan tetap di jalur untuk peningkatan suku bunga lain pada bulan Desember, meskipun tekanan verbal terus datang dari Gedung Putih.
Fed fund futures saat ini menghargai kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir tahun sekitar 80%, menurut Perangkat Monitor Suku Bunga Fed .
5. Laporan Persediaan Minyak Mingguan EIA
Di pasar komoditas, Badan Informasi Energi AS akan merilis laporan resmi mingguan persediaan minyak untuk pekan yang berakhir 2 November pukul 22.30 WIB.
Analis memperkirakan EIA melaporkan kenaikan pasokan minyak mentah sekitar 2,4 juta barel. Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi kenaikan mingguan ke tujuh berturut-turut bagi persediaan minyak domestik.
Setelah pasar ditutup pada hari Selasa, American Petroleum Institute mengatakan bahwa pasokan minyak mentah AS bertambah 7,8 juta barel pekan lalu.
Minyak Mentah West Texas Intermediate berjangka meningkat 49 sen, atau 0,8%, pada $62,70 per barel. Harga telah anjlok 1,4% sehari sebelumnya setelah mencapai level terendah 16 Maret di $61,31 per barel.

Komentar