Berita instaforex, Ubah Hobi Jadi Peluang Bisnis, Why Not?




© Warta Ekonomi. Ubah Hobi Jadi Peluang Bisnis, Why Not?


Warta Ekonomi.co.id, JakartaJika Anda pandai melakukan sesuatu dan Anda menikmatinya, mengapa tidak menjadikannya bisnis? Bisnis berdasarkan hobi dapat jadi sesuatu yang baik apabila menjalankannya sepenuh hati, dan konsisten.Jika sekarang Anda telah mengubah hobi menjadi sebuah bisnis, Anda harus ingat beberapa hal agar bisnis yang Anda bangun berjalan langgeng. Setiap bisnis pasti ada hambatannya, namun jika Anda telah memiliki keseriusan di dalamnya dan senang melakukannya, hambatan atau rintangan terasa mudah untuk dilalui.Pertama, Anda harus bijak. Hal itu sangat penting jika Anda tidak memiliki banyak uang awal. Carilah alternatif ekonomis untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan. Seperti kisah Kenny Burts dari Key Lime Inc. misalnya, mereka tidak mampu membangun dapur komersial (yang disyaratkan oleh kode kesehatan), jadi dia membuat kesepakatan untuk menggunakan dapur toko milik teman selama jam kerja perusahaan. Dengan alternatif itu, mereka tetap bisa menjalankan bisnis dan mengembangkannya sampai saat ini.Selain bijak, Anda juga harus selalu mengikuti perkembangan teknologi. Anda mungkin berpikir Anda telah membeli semua peralatan dan sekarang Anda sudah aman. Kemudian enam bulan kemudian, peralatan Anda sudah ketinggalan zaman dan klien Anda menyerukan layanan baru yang semuanya berbasis teknologi. Kira-kira apa yang akan Anda lakukan?Ketika Anda membeli peralatan pendukung bisnis Anda, ada baiknya untuk memikirkan juga kapan waktu yang pas untuk me-upgrade atau membeli peralatan baru yang tidak ketinggalan zaman. Itu menunjukkan Anda mengikuti teknologi yang berkembang.Dan yang terakhir, dengarkan pelanggan Anda. Dengan hobi, Anda hanya perlu memuaskan diri sendiri; dengan bisnis, Anda harus memuaskan pelanggan Anda. Dan pelanggan Anda akan memberi tahu Anda apa yang perlu Anda lakukan untuk tumbuh.Jangan menyepelekan pendapat mereka. Dalam bisnis, Anda membutuhkan mereka dan buatlah mereka menjadi butuh dengan produk atau layanan bisnis Anda, sehingga mereka tidak memiliki alasan untuk pergi.Penulis/Editor: Clara Aprilia SukandarFoto: Unsplash/Rawpixel

Komentar